Jumat, 16 Desember 2016

TATA CARA MAKAN DAN MINUM YANG BAIK DALAM ISLAM DAN SEHAT MENURUT KEDOKTERAN
sumber: disini

Dalam era modern ini ditemukan banyak sekali penyakit baru yang berbahaya. Kebanyakan dari penyakit itu ditimbulkan karena pola makan dan minum yang salah. Makan dan minum yang sering dianggap menjadi hal sepele, sebenarnya sangat berpengaruh besar terhadap kelangsungan hidup makhluk hidup. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati ketika makan dan minum. Dari sini penulis memaparkan tata cara makan dan minum yang baik dalam islam dan sehat menurut kedokteran guna membantu pembaca untuk menjaga hidup sehat dan berkah.
Sebelum Makan dan Minum
1.  Pastikan Makanan dan Minuman  Halal dan Baik
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menikmati makanan yang halalan toyyiban , yang memiliki arti bahwa halal makanan itu sendiri serta halal dalam mendapatkannya, serta toyyiban yang artinya baik atau tidak mudarat terhadap yang mengkonsumsinya
2. Cuci Tangan
Mencuci tangan adalah salah satu cara untuk menghindari terinfeksi sejumlah penyakit yang berbahaya.
Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang tertidur sedang di kedua tangannya terdapat bekas gajih/lemak (karena tidak dicuci) dan ketika bangun pagi ia menderita suatu penyakit, maka hendaklah dia tidak menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”
3. Berkumur
4. Membaca Basmalah
Diriwayatkan dari Umar bin Abi Salamah berkata :

كنتُ غُلاما في حجْرِ رسول الله -صلى الله عليه وسلم- ،وكانت يَدي تطيشُ في الصحفَة ، فقال لي رسول الله -صلى الله عليه وسلم- : ياغلامُ ، سَمَّ اللَّه ، وكلْ بيمينك ، وكلْ مما يلَيك

Artinya : “Ketika aku masih kecil dalam didikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam, dan tanganku mengambil makanan dari segala sisi piring. maka berkata kepadaku Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam : Wahai anak, bacalah basmalah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang dekat darimu.” (HR Bukhori, Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)
5. Berdo'a sebelum makan


Adab Ketika Makan
1. Makan dengan tangan kanan

Senin, 12 Desember 2016

APA YANG KAMU LAKUKAN JIKA ADA LALAT HINGGAP DI AIR MINUMMU???
sumber: disini

Nabi Bersabda,
“Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)
 Dalam riwayat lain:
“Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya” (HR. Ahmad, Ibn Majah)

Racun Dan Penawarnya Ada Pada Kedua Sayap Lalat

 Diantara mu’jizat kenabian Rasulullah SAW dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungkapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air.

Percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya. Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan “usaha lalat” dalam meracuni manusia, sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri. Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Maka jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut. Maka pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad SAW dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang menolak hadits tentang lalat tersebut.
 Dr.Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang “hadits lalat ini” bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.

Buang Lalatnya Bukan Minumannya
Oleh karena itu jika lalat masuk dalam minumanmu, jangan kamu buang minuman itu. Akan tetapi celupkan seluruh tubuh lalat itu agar minumanmu bebas bakteri, buang lalat itu kemudian habiskan minumanmu. Manfaat lain dari orang yang mengamalkan hadist ini adalah keimanan, keyakinan dan kecintaannya kepada Rasulullah SAW akan bertambah. Sebab jika tidak yakin dengan hadist ini tentu akan merasa jijik minum air yang dicelupkan kedalamnya lalat. Ini salah satu ujian bagi kaum muslimin apakah ia termasuk pengikut Rasulullah SAW atau bukan. Jika kita bertanya dalam diri kita lebih menjijikkan mana; orang yang meminum minuman yang dicelupkan kedalamnya lalat karena membenarkan, mengikuti dan melakukan perintah, sunnah Rasulullah SAW atau orang yang membuang minuman itu karena merasa jijik kemasukan lalat padahal dia paham dengan hadist diatas atau lalat yang tidak berdosa yang mampir kedalam gelas?
 
ISLAM ADALAH NEGARA RAHMATAN LIL 'ALAMIN







sumber: disini


Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Sesuai dengan firman Allah dalam Surat al-Anbiya ayat 107 yang bunyinya, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. Islam melarang manusia berlaku semena-mena terhadap makhluk Allah, lihat saja sabda Rasulullah sebagaimana yang terdapat dalam Hadis riwayat al-Imam al-Hakim, “Siapa yang dengan sewenang-wenang membunuh burung, atau hewan lain yang lebih kecil darinya, maka Allah akan meminta pertanggungjawaban kepadanya”. Burung tersebut mempunyai hak untuk disembelih dan dimakan, bukan dibunuh dan dilempar. Sungguh begitu indahnya Islam itu bukan? Dengan hewan saja tidak boleh sewenang-wenang, apalagi dengan manusia. Bayangkan jika manusia memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran islam, maka akan sungguh indah dan damainya dunia ini.

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, sekali lagi, terbanyak di dunia. Maka melihat keterangan di atas, seharusnya Indonesia menjadi negara yang indah, damai, dan beradab. Tapi lihat saja kenyataannya, kita tidak bisa menutup mata dan telinga dengan pemberitaan sehari-hari yang mengabarkan tentang kisah-kisah menyedihkan dan tak beradab. Mulai dari anak-anak yang melakukan pencabulan, berjudi, menghisab sabu. Remaja tawuran antar sekolah, kumpul kebo, menjadi pengedar, minum-minuman keras. Orang tua yang mencabuli anaknya sendiri, membunuh anggota keluarga sendiri, membunuh karena masalah sepele, bunuh diri, mutilasi, dan sebagainya. Sampai kepada pejabat kita yang melakukan tindak asusila, dan korupsi besar-besaran. Hampir setiap hari kejadian semacam ini keluar di pemberitaan. Sebenarnya apa yang terjadi? Di mana moral mereka? Bukankah sebagian besar dari mereka adalah muslim? Bukankah orang muslim seharusnya menjadi rahmatan lil ‘alamin?

Jika dikatakan tidak berpendidikan sepertinya tidak juga. Saya yakin kebanyakan dari mereka telah mengenyam pendidikan dasar, bahkan tidak sedikit yang sudah sarjana bahkan lebih. Lantas mengapa moral mereka bisa sebegitu hancurnya? Jawabannya adalah tidak memahami dan menjalankan ajaran islam secara kaffah. Jika mereka tahu bahwa membunuh binatang semena-mena saja dilarang oleh islam, mana mungkin sampai berani membunuh sesama manusia, apalagi sesama muslim. Jika mereka tahu bahwa islam melarang untuk mencuri dan menipu dan mereka menjalankan larangan itu, mana mungkin mereka berani melakukan korupsi. Abdullah bin Umar رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, “Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” Sudah sangat jelas bagaimana islam menjelaskan bagaimana ciri orang islam sesungguhnya.

Jika ingin merasakan Indonesia yang damai sejahtera, maka yang harus dibenahi adalah moral bangsanya, bukan sekedar pendidikan belaka. Dan pendidikan moral yang sesungguhnya, yang komplit, dan yang diperintahkan oleh pencipta manusia adalah Islam. Setiap muslim wajib untuk belajar tentang agamanya. Dengan begitu kita akan mampu menjadi khalifah sesungguhnya di bumi sesuai tujuan diciptakannya kita, yaitu menjadi rahmat bagi semesta alam. Sudah semangatkah kita untuk belajar dan mengamalkan islam? Atau kita malah lebih semangat untuk mempelajari dan mengikuti budaya Jepang atau budaya Barat daripada Islam? Seberapa banyak buku Islam yang telah kita baca?  banyak mana dengan buku-buku selain itu?

sumber: disini

Minggu, 06 November 2016

6 Syarat Agar Mendapat Ilmu yang Bermanfaat

Pada kesempatan kali ini saya akan posting tentang bagaimana cara mendapatkan ilmu yang bermanfaat??? Di dalam kitab Ta'lim wal Muta'allim karangan Syaikh Al-Zarnuji terdapat sebuah syair yang menjelaskan tentang 6 cara dalam meraih ilmu yang bermanfaat :
sumber gambar: disini
 "Ketahuilah oleh-mu, kamu tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 syarat, yang akan aku jelaskan kepada-mu dari keseluruhannya dengan penjelasan: 1. Cerdas, 2. Rajin, 3. Sabar, 4. Uang, 5. Mengikuti Petunjuk Guru, 6. Waktunya Lama"

Jumat, 04 November 2016

kawan, INGATLAH!!!
Keindahan yang diciptakan Allah selalu mengandung jamaliyah Allah.
Sebagaimana yang sudah tertera dalam QS. Al-Baqoroh: 115,
yang artinya: "maka kamana kamu menghadap, di situlah wajah Allah"

Kanjeng Nabi Muhammad juga bersabda: "Barang siapa memandang sesuatu dan ia tidak melihat Allah di dalamnya,maka dia itu sia-sia"
 sumber: di sini
Kebenaran kita berkemungkinan salah, kesalahan orang lain berkemungkinan benar. Hanya kebenaran Tuhan yang benar-benar benar.